N-Gage – Pelopor “Hardcore” Mobile Gaming

Well, bagi kalian yang belum tau sama N-Gage, N-Gage adalah handphone fenomenal yang dibuat sama perusahaan telekomunikasi asal Findlandia yaitu Nokia.

kalo boleh ngomong nih, N-Gage sebenernya bisa dibilang “awal” dari era “mobile gaming” yang sekarang dikuasai sama Android dan iOS, gimana engga’?? disaat HP-HP lain pada masanya cuma bisa main game java dan game symbian yang ga seberapa “kualitas” nya, tiba-tiba N-Gage lahir dengan game-game yang belum pernah ada di para pendahulunya.

sebenernya, apasih spesialnya game-game N-Gage???? mungkin sebagian orang berpikiran kaya gitu, tapi asal kalian tau, game N-Gage itu hampir semuanya bertipe “Hardcore” atau yang artinya mainnya susah, rumit, perlu neken tombol banyak-banyak, butuh kesabaran dan ketepatan tinggi, dan yang paling penting tamatnya ga bisa cuma sehari, apalagi sekali main……

Begitu “Hardcore” nya sampe-sampe ada yang tamatnya bisa berbulan-bulan, jauh beda sama game-game di HP lain masa itu yang tamatnya cuma makan waktu sehari(apalagi game java, tamat cuma sejam juga bisa), selain game yang “Hardcore”, grafis di N-Gage juga paling oke dijamannya, bisa dibilang “Wah Banget” ibarat orang, selama ini disuguhin sama gamebot(taukan, yang gambarnya kotak-kotak item putih itu loo) tiba-tiba disuguhin PS2…..

Genre game yang dibawa pun beragam, ada racing, strategy, adventure, bahkan portingan game PS1 pun ada, contohnya Sonic sama Tomb Raider.

Sayangnya HP sebagus ini masih dianggap “aneh” pada jaman nya, selain desainnya yang “aneh” posisi nelpon nya pun aneh(pada N-Gage Classic, nokia udah ngebenerin ini di N-Gage QD), alhasil , ni HP gagal total, dan penjualannya pun amat sangat mengecewakan, so Nokia pun mengentikan penjualannya, bahkan setelah HP ini direvisi menjadi N-Gage QD penjulannya tetap gagal.

Posisi nelpon yang aneh

Selain karena penjualaanya yang gagal, ide nokia akan toko & portal game online pun gagal total karena pembajakan, alhasil game yang harganya mahal itupun menjadi gratis tis tisss di internet, sebenernya mahal pun gapapa, karena memang berkkualitas dan lama tamatnya.

dunia mobile gaming saat ini harusnya berterimakasih sama N-Gage, karena N-Gage lah yang membesarkan studio game ternama semacam gameloft(tanpa N-Gage, gameloft gak akan berpengalaman membangun game-game besar dan rumit), dan di N-Gage inilah lahir game racing yang semua orang tau, yaitu Asphalt.

Asphalt 1 – N-Gage

Asphalt 7 – iOS & Android

tanpa N-Gage, mungkin sekarang ini kita hanya disuguhi game semacam TETRIS HD, Snake HD, dan game-game sederhana lainnya…..

HTC HD2 – Smartphone Beragam OS

HD2

Sebelumnya, siapa si itu HTC?????. Bagi kebanyakan orang awam mungkin baru kenal sama HTC sejak jaman Android, yang terkenal dengan seri Desire nya, sama seri One tentunya. Tapi sebenarnya HTC bukan pemain baru dalam jagat pertarungan smartphone, HTC adalah pemain utama sejak era Windows Mobile(Bukan Windows Phone), namun kita mungkin lebih sering mengenal produknya dengan nama O2(O dua), jaman itu, istilah smartphone belum kaya sekarang ini…..smartphone identik sama OS Symbian punya Nokia, sedangkan “barang-barang” dengan OS Windows Mobile lebih sering disebut Pocket PC, atau PDA, dan tampilan PDA waktu itu culun abis, make stylus gitu, dan User Interface(UI) nya juga maksa(Maksain tampilan desktop di layar yg ga seberapa besarnya). Ditengah-tengah kejayaan Windows Mobile(gak sejaya itu sih, soalnya udah di serang sama Symbian) munculah iOS dan Android. Dengan UI dan cara pengoperasian yang revolusioner, Windows Mobile makin terpuruk, dan di detik-detik kematiannya, HTC pun mengeluarkan the last & ultimate Smartphone ber OS Windows Mobile……yaitu HTC Leo, atau bisa juga disebut HTC HD2.

Oke, cukup ngomongin HTC dan Windows Mobilenya, sekarang ayo bahas si Leo alias HD2 ini, pertama lat speknya dulu, silahkan liat disini

Saya ambil poin-poin pentingnya aja ya, antara lain :
Prosesor : 1Ghz Qualcomm Snapdragon
RAM : 512MB (446 MB yang bisa digunakan)
Layar : 4,3 inchi 800 x 480 pixel

Ya, singkatnya gitu lah gambaran secara umum tentang HTC HD2 ini, ga spesial dari segi hardware, HP Android juga banyak yang kaya gini speknya, contohnya aja Nexus One sama Desire HD

Terus apa spesialnya si LEO alias HD2 ini????

Spesialnya, Leo ga akan pernah Mati(paling enggak belum mati), apa penyebabnya????, disinyalir HTC membangun si Leo ini dengan konfigurasi Hardware yang sangat baik(dari segi driver & development). Hasilnya, ga cuma Windows Mobile aja OS yang bisa di”jalankan” oleh Leo, tapi ada juga Android(semua versi, hingga jelly bean 4.2 terbaru), Windows Phone(dari Windows Phone 7-7,5-7,8 bahkan Windows Phone 8 juga bisa), meego(OS Buatan Nokia, yang dipake Nokia N9), Ubuntu, dan yang paling cetar membahana badai, si Leo bisa “menjalankan” OS Windows 8(Versi RT).

Windows 8 coooyyy

Kenapa kok si Leo ini bisa punya banyak OS??? Berterimakasih lah dengan komunitas yang kuat, dan developer-developer hebat di xda-developer serta HTC yang telah baik hati membuat si Leo ini sedemikian rupa sehingga beberapa OS yang di porting ke Leo tidak memiliki maslah kompabilitas yang berarti(kata lainnya hardwarenya detect semua :D atau ga perlu driver lagi).

Leo adalah salah satu contoh, dimana Hardware yang “open” tidak akan terbunuh oleh waktu, dan seandainya para vendor lain mengikuti langkah HTC ini(sayang nya HTC sekarang ini lebih memilih proprietary hardware, bukan open hardware seperti kasus si Leo ini), mungkin dimasa depan, gadget/smartphone akan dijual tanpa OS, dan user akan bebas menentukan OS apa yang ingin mereka gunakan.

Leo, adalah kado perpisahan yang sangat romantis dari HTC dan Windows Mobile.

Bagaimana Pendapat kalian???

Chipset Pada Gadget Android, Penting Kah???

Biasanya kalo ada iklan gadget-gadget android, di spersifikasinya ada keterangan :
1.Versi android yang digunakan
2.Merk+type+kecepatan prosesor+jumlah inti
3.Besaran memory RAM
Dan seterusnya, sampe si penulis capek ngetikin spersifikasinya…..
Dan yang jarang di ungkit-ungkit adalah jenis chipsetnya.
Sering juga orang salah sebut, misalnya spersifikasi, dibagian prosesor tertulis :
Qualcomm MSM7227-A 800Mhz
Sekarang saya mau tanya, MSM 7227-A itu apa???
Kebanyakan kadi kita, bahkan saya, menganngap itu adalah type dari prosesor, padahal bukan, itu adalah nama dari sesuatu yang disebut dengan chipset. Sekarang bandingkan dengan
Qualcomm Snapdragon Scorpion 1Ghz.
Yup, benar…..contoh diatas adalah penyebutan yang lengkap, pasalnya :
Merk : Qualcomm
Chipset : Snapdragon
Type prosesor : Scorpion
Clock : 1Ghz

Mungkin bagi sebagian orang tidaklah penting membahas sebuah chipset, namun sebenarnya penting, mengingat chipset adalah pelangkap dari prosesor itu sendiri…..

Untuk mudahnya memahami apa pentingnya chipset….saya kaih contoh kasus aja lah ya…..disini ada dua HP android, antara lain
1.Sony Xperia J, dengan spersifikasi
Qualcomm MSM 7227-A 1Ghz
RAM 512MB
Layar 4″ 800×480

2.LG Optimus Black
Texas Instrument OMAP 3630 1Ghz
RAM 512MB
Layar 4″ 800×480

Sekarang saya tanya, kira-kira ada perbedaan besar kah kedua HP diatas???saya yakin pasti banyak yang tidak tahu(kecuali merk tentunya).

Perbedaan utamanya adalah merk dan chipset yang digunakan, si Xperia dengan PD nya menggunakan chipset buatan Qualcomm dengan tipe MSM7227-A. sedangkan si LG Optimus menggunakan chipset buatan Texas Instrument(TI) dengan tipe OMAP 3630, terus, apa bedanya coba??? Toh sama sama 1Ghz……????

Sekarang saya mau tanya, coba googling bentar…..berapa resolusi maksimal rekam video dari si Xperia J????…gogle aja dulu….bentar kok….

Hasilnya VGA kan???? Kalo bagi yang gak tau, VGA itu 640×480 pixel.

Sekarang coba googling resolusi rekam video si Optimus….
Google aja bentar. ….males amat si….

Hasilnya???? 720p??? Bener ga??? Bagi yang ga tau….720p itu sama dengan 1280×720.

Nah….disini muncul pertanyaan, kenapa si Xperia Resolusi rekam videonya kecil??? Yap…benar sekali….ini semua salah si chipset…..

Kenapa bisa salah chipset??? Saya juga kurang tau pasti kenapa :D …..tetapi chipset sangat menentukan hal-hal yang bernuansa multimedia di sebuah gadget android.

Contohnya : format video yang di support, resolusinya, bitratenya. Tak lupa resolusi rekam video, dan bitratenya juga. Umumnya chipset tidak menentukan overall performance dari suatu device android……tetapi, tidak ada salahnya kan mempertimbangkan jenis dan type chipset sebelum membeli gadget android, mengingat video HD sudah menjadi hal yang “umum” sekarang ini…..

Panduan Memilih VGA (Graphic Card)

Banyak orang di indonesia(mungkin anda salah satunya), termasuk orang-orang yang selalu melihat kekuatan sebuah VGA card dari besaran video-ram yang dimiliki vga tersebut. Contoh dari kasus ini saya analogikan dalam sebuah percakapan berikut ini

A : Hoy bro, apa kabar???
B : Baek bro…..eh….main ke rumah gue yok, gw baru ngerakit PC neh
A : Ah, sombong loh bro….ngomong-ngomong, prosesornya apa???
B : Intel Core-i3 bro…..
A : Cakep….kalo ram nya???
B : DDR3 bro, 4 giga lagi.
A : Mantab, VGA nya??? Kece dong???
B : So pasti…..nVidia….1 giga lagi…..
A : Mantab….test Crysis donk
B : ayok, siapa takut???!! Makanya kan gue ajak ke rumah tadi…..

Singkat cerita, si A dan si B meluncur ke rumah si A, dan nge test game fenomenal Crysis di rumah si B. Setelah sekitar 30 menit, si A & B pun ter heran-heran dengan hasil yang di mereka dapatkan, hasil nya SANGAT MENGECEWAKAN. Frame per second yang di dapat hanya 30an, dengan seting medium, pada resolusi 1366 x 768. Udah cek task manager, gak ada proses yang terlalu membebani…..jadi VGA lah yang salah……ternyata si B membeli vga nVidia GT 220 1GB…..

Jadi apa masalahnya??? nVidia jelek gitu??? Eits….tunggu dulu bro….. inilah akar semua kebodohan……si B hanya melihat “giga byte” dari VGA tersebut, padahal, V-Ram tidak bisa dijadikan patokan kecepatan dari sebuah VGA……andaikan…..ada komputer, prosesornya pentium 3, di pasangkan dengan RAM sebesar 16GB, apakah menjadi jaminan bahwa komputer tersebut menjadi cepat???

Jadi, langsung aja kita bahas gimana cara membeli VGA yang tepat. Sebenarnya, ada beberapa faktor penentu kinerja VGA, antara lain jumlah core, core clock, tipe memory, dan besaran memory. Jumlah core dan core clock biasanya tidak tercetak pada kotak-dus dari si VGA, maka dari itu tidak usah kita bahas. Selanjutnya adalah tipe memory, seperti memory RAM pada umumnya, VGA card menggunakan tipe memory DDR, ada DDR 1, DDR 2 DDR 3 dan GDDR5, semakin besar DDR nya, semakin cepat, tapi, komputer saya masih DDR 2, bisa gak make VGA GDDR 5, tenang, selama masih menggunakan port PCI-Ex mau sampe GDDR 999999 pun masih bisa dipasang di komputer anda, intinya
DDR < DDR2 < DDR3 < GDDR5
(makin ke kanan, makin cepat)

Sebenarnya penjelasan di atas hampir tidak perlu, kita cukup melihat seri dari VGA tersebut. Yang pertama nVidia, merk ini memiliki sistem penamaan tiga digit ditambah awalan yang memperjelas “kasta” yang disandang VGA tersebut, saya beri contoh :

GT 610
GTS 640
GTX 690
(GT/GTS/GTX) adalah penentu

kasta, angka 6 adalah generasi (sebelumnya ada generasi 5,4,3,2,1), angka kedua adalah penjelas kasta dan angka 0 terakhir adalah kasta yang lebih “spesifik”.
Intinya:

GT < GTS < GTX
(makin ke kanan, makin cepat)

Sedangkan untuk angka pertama, dapat dipastikan, makin besar, makin baru
Misal :

4XX < 5XX < 6XX
(Makin kekanan makin baru)

Sedangkan angka kedua adalah hal YANG HARUS ANDA SANGAT PERHATIKAN Karena sudah sangat jelas, disini lah kasta sebuah VGA di tentukan

1 < 2 < 3 < 4 < 6 < 7 < 8 < 9
(Makin ke kanan, makin cepat)

Untuk nVidia sudah jelas ya??? Jadi kalo ada 2 pilihamn VGA, antara GT420 1GB, atau GTX460 768MB. tentukan pilihan dengan pasti, pilih sang GTX….. jangan mau dibodohi dengan VRAM yang lebih besar. Tapi kalo ada 2 pilihan, GTX 560, atau GTX 660, pilih GTX 660, karena teknologi dan generasinya lebih baru.

Untuk ATI/AMD tidak jauh berbeda, angka pertama generasi, kedua kasta, ketiga kasta lanjutan, ke empat kasta lanjutan kedua. Pusing??? Ya, saya juga. Intinya

74XX < 75XX < 76XX < 77XX < 78XX < 79XX
(makin kekanan, makin cepat)

Misalnya 7770, pastilah lebih lambat dari 7850.
Untuk penjelasan kasta lanjutan pun sama saja,misal :

7750 < 7760 < 7770 < 7780 < 7790

Misal, anda jatuh hati dengan VGA ATI/AMD, dan ada 2 pilihan ,misal 5850 dan 5950, pilih 5950.(angka kedua lebih besar = lebih cepat)
Namun apabila pilihan nya adalah 5850 dan 7850, pilih 7850 karena generasi dan teknologi lebih baru.

Demikian, semoga bermanfaat

Scumbag Bold (BlackBerry)

Jadi langsung aja ya ke cerita…..
Ceritanya gini….malem-malem, jam 11 malem kira-kira….ibu saya bilang, “ni BB kok skarang suka ada jam gini(tanda loading, yang punya BB pasti tau”. Saya sebagai orang yang ga punya BB, yang cuma tau dari temen-temen yang make BB langsung bilang “cabut aja batrenya, nanti sembuh sendiri”. Ibu saya ya nurut aja, namanya aja udah tua, nurut aja sama anak muda, anak muda lebih tau(mungkin gitu pikirnya).
Singkat cerita batre pun di cabut, nanya lagi “ini langsung di pasang lagi apa nunggu??”, saya jawab “langsung pasang aja bu”. Batre pun dipasang, jjeenngg jjjeeennggg….BB tak hidup, led tak menyala, “ini kok gak idup kak?” Kata ibu saya, saya jawab santai “paling abis batre bu”, BB pun saya ambil, saya charge. 1 menit…….2 menit…….3 menit…… 7 menit….led masih ga nyala…..saya pun mulai panik…..”FFFFFFFUUUUUUUUUUUU” teriak saya dalam hati…..


“Tenang…..tenang…..saya gak perlu jadi gila” gumam saya dalam hati, gak kehabisan akal, saya coba googling sebentar, ketemu blog orang…….secara singkat saya simpulkan kalo BB ini kena “Nuke”(bahasa keren matot bagi BB user)…..di blog itu dijelasin kalo nuked bisa disembuhin dengan cara :
1.cabut batre agak lama
2.flash ulang
Ya…positif thinking aja lah…..saya coba cabut batre agak lama 5 menitan lah…… pas saya pasang lagi…..FFFFFFFUUUUUUUUUUUU……masih ga mau idup…..saya mulai cemas, udah kepikiran musti download BB DM, mana firmware BB nya pula…blom lagi ilang data…..FFFFFFFUUUUUUUUUUUU!!!!!!!……tapi setelah saya baca baik-baik, tanda-tanda nuke itu led nya masih nyala, entah kedip, entah warna apa, pokoknya kedip, lah BB ibu saya ini, led mati sama sekali……
Kekhawatiran mulai memuncak, keringat dingin mulai mengalir……..sungguh lemah nya hardware BB….baru dicabut batre aja udah keok……tapi saya ga putus asa…..saya teruuusss googling……sampe kira-kira jam 1, saya nyasar di forum crakberry…… rupanya banyak juga BB user yang ngalamin kaya gini……penyebabnya : batre bener-bener kosong……jadi cara ngakalin nya gini, mereka pake desktop charger(ga tau desktop charger??? Ndesoo, casan kodok, dah tau skarang???) Untuk nge-charge batre BB nya, oke….saya lakuin…..15 menit saya cas…..ya….paling ga udah ada voltase & arus yang cukup lah untuk ngidupin nya……saatnya colok batre…..eng ing eeennnnggg…..led masih MATI, ga ada tanda-tanda kehidupan…… FFFFFFFFFFFFFFUUUUUUUUUUUUUUUUUUCCCCCCCKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!.
brengsek, gara-gara cabut batre aja sampe kaya gini……mendingan samsung galaxy saya, atau hp IMO adek saya sekalian, berulang kali cabut batre, no problem at all……

………dengan sisa sisa semangat yang saya miliki, saya tidak patah arang…….saya telusuri google & forum crack berry, pelan-pelan, tapi pasti. Akhirnya saya menemukan thread yang judulnya.
“Tempat terakhir untuk menemukan jalan hidup BB anda”(di translate dengan bahasa yang mudah dipahami orang ndeso indonesia)……..saya rasa, gak perlu saya jabarin panjang lebar isi thread nya disini, saya langsung ke intinya aja ya, intinya adalah, untuk BB yang benar-benar mati(seperti punya ibu saya), di perlukan penanganan khusus(penanganan bego kalo mnurut saya), yaitu dengan cara poke(colek-colek) batre kecil(mirip batre jam tangan) yang ada disebelah slot sim-card……..

pertama-tama saya mikir-mikir juga, apa hubungan nya sih??? Bego banget, batre di cocol-cocol, karena saya sudah sangat depresi dan putus asa, akhirnya saya ambil obeng, saya cocol-cocol-colak-colek tu batre aneh…….trus pasang batre……yang mengejutkan adalah LED NYA NYALA(WARNA MERAH), iseng iseng saya colok charger, saya cabut, terus colok lagi…..dan ternyata…. BB NYA BISA BOOTING……. dan sampe homescreen, tidak ada kejanggalan, saya pun bisa tidur nyenyak……namun saya baru sadar, sudah jam setengah 3 pagi……bentar lagi sahur…..FFFFFFUUUUUUUUUUUU………aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….

Sarung Tangan (Penting ga Penting???)

 

Well…….sebagai seorang bikers(pengendara motor. Bukan pengendara sepeda loh yaa..) Kelengkapan wajib berkendara adalah Helm…… saking penting nya barang ini….. harganya pun paling mahal….. rata-rata 100 ribuan ke atas…..nah…..sedangkan perlengkapan sekunder nya adalah jaket, sepatu, sarung tangan, syal, dan lain-lain…..

Ada 1 hal yang menarik dari rata-rata bikers di Indonesia……rata-rata bikers, hanya menggunakan perlengkapan primer dan beberapa sekunder, misal : pake helm + jaket tanpa sepatu….bahkan yang lebih ekstrim lagi, pake helm tanpa yang lainnya(jaket, sepatu, syal), mau yang lebih ekstrim lagi??? Ada kok yang ga pake helm…..

Yang menarik adalah…..orang-orang jarang pake sarung tangan…..padahal…..menurut saya……sarung tangan adalah hal terpenting nomor 3 setelah helm dan jaket….. kenapa penting……???? Oke…… saya kasih tau deh…..bayangin kalian lagi naik motor agak ngebut….ya tarok lah 60KM/h……trus, tanpa sepengetahuan kalian, ada nenek-nenek rese’ nyebrang ga liat-liat lagi…..spontan anda ngerem sampe ban selip dengan bunyi khas nya “cckkiiiiiiitttt”…..anda gagal menyeimbangkan diri & jatuh ngesot……

Dalem benak kalian bagian tubuh mana yang paling parah luka nya??? Dengkul??? Wah….untung make celana panjang….celana nya aja yang sobek…..lengan??? Untung make jaket…… jaket deh yang sobek…… mata kaki??? Tenang….ada sepatu…..kepala??? Ada helm coy, SNI pula…….pas liat telapak tangan??? Udah putih tinggal tulang aja…..kulit-daging abis kegesek aspal……

So??? Masih sepele kah sarung tangan??? Saya pikir ga deh……ya minimal mengurangi luka deh……walaupun mungkin masih luka…..tapi ga separah kalo ga pake sarung tangan sama sekali……

Dan manfaat lainnya adalah……menghindari kulit belang karena panas matahari…….apalagi yang make jaket…..lengan putih……telapak item….kan ga matching….he he he…..

So….renungkanlah hal kecil bernama “sarung tangan”…….terutama bagi anda yang sering mengendarai motor…..

ARM vs x86

http://www.brightsideofnews.com/ThumbL.aspx?file=/Data/2011_5_19/The-Coming-War-ARM-versus-x86\ARM_versus_X86_215.jpg

Sebelum lompat ke inti permasalahan…..Ada baik nya saya bertanya kepada anda……Anda tau apa itu ARM dan x86???…..Well….Kalo anda belom tau apa itu ARM sama x86 ada baiknya anda ber-wikipedia-ria sebelum melanjutkan membaca artikel ini……

Nah….mulai dari general-problem nya aja ya….kenapa ngeributin si ARM sama si x86…..well….karena kebanyakan orang pada salah-kaprah sama teknologi prosesor jaman sekarang yang sebenernya udah ada dari jaman dulu…..

Mungkin kalian pernah denger ada tablet yang spek nya udah tingkat super dewa….misalnya Processor ARM Cortex-A9,RAM LPDDR2 1GB, GPU PowerVR 543MP2, layar IPS panel touchscreen 1920×1080 pixel, gorilla glass, USB OTG, HSDPA, HSUPA, LTE dan omong kosong lain yang anda tidak mengerti……dan salah satu teman anda atau bahkan anda berpikiran “wahh…..spek segini udah bisa install windows 7 nih….” atau yang berpikiran agak waras mikir kaya gini “wah….kalo windows 7 ga muat lah di memory 8GB”(bagi yg tablet nya punya flash memory 8GB, ga tau kalo tablet nya 16, 32, atau 64GB)…..

Nah…..disini lah bodoh nya anda dan juga saya……KENAPA GALAXY TAB GA PAKE WINDOWS??? IPAD+TRANSFORMER+ICONIA+MEDIAPAD+TABLET DAN KAPSUL SERTA PUYER LAIN JUGA GA PAKE WINDOWS??? Tapi mereka malah pake iOS, Android dan lain2…..

Masalahnya cuma 1….yaitu prosesor mereka ber-type ARM…..terus??? Apa masalahnya sama ARM??? Masalah nya adalah ARM adalah prosesor type RISC…..sedangkan Windows…..di program untuk beroprasi di lingkungan x86, yang mana x86 itu sendiri adalah prosesor type CISC…….

Trus??? Apa masalahnya kalo beda kaya gitu???…..gini nih….kalo ga nurutin saran ber-wikipedia-ria di awal post tadi…..RISC itu singkatan dari Reduced Instruction Set Computing…….kalo CISC itu singkatan dari Complex Instruction Set Computing……dari nama aja udah kelihatan kan???? Intinya : prosesor ARM adalah prosesor yang menggunakan perintah sederhana, sedangkan prosesor x86 adalah prosesor yang menggunakan perintah rumit…..dimana keduanya tidak binary compatible, bahasa kasarnya “program nya gak sama”…….

Di benak anda pasti berkecamuk “gak sama gimana sih?? Sama-sama dualcore juga……sama-sama 1ghz juga……udah sama nih sama Intel atom…..“well….seperti yang saya udah bahas tadi….2 type prosesor tadi berbeda dalam “bahasa”…..disini saya kasih “pengandaian” perbedaan 2 prosesor tersebut……misal…..si prosesor dikasih tugas menghitung 2⁴=? Maka si ARM akan mengartikan perintah 2⁴ tadi sebagai 2*2*2*2….dimana sekali perhitungan 2*2 akan memakan 1 clock-cycle prosesor tersebut……sedangkan si x86 akan mengartikan 2⁴ sebagai 2^4…..dan operasi 2⁴ dapat di selesaikan hanya dengan memakan satu kali clock-cycle prosesor…….disini diperoleh perhitungan kasar bahwa ARM 4x lebih lambat dari pada x86 dengan catatan, mereka bekerja di clock yang sama(sama-sama 1GHz misalnya)……catatan : perhitungan diatas adalah ngawur dan tidak.boleh dijadikan rujukan dalam penelitian, makalah, atau kejadian & keadaan apapun….

dalam real-world-situation nya, keadaan bisa lebih buruk…..karena instruction set x86 yang begitu beragam, bukan tidak mungkin 1 instruksi x86 baru bisa diselesaikan dengan 100x instruksi ARM…..(saya sendiri bukan insinyur, jadi agak kurang paham masalah ini)…..selain itu tingkat kerumitan arsitektur x86 memberi jarak yang makin jauh antara kedua nya…..

Pernah saya membaca suatu situs……yang bilang bahwa 1GHz Snapdragon Processor(ARM) itu setara dengan 100MHz Intel MMX (jaman sebelum pentium)….saya lupa situsnya, jadi jangan ditanya ya :) …… sedangkan sekarang (08/05/2012)prosesor Intel udah udah sampe Ivy Bridge Hexacore(6inti-hyperthreading jadi total ada 12, bahkan rumor udah ada yang 8 real core artinya 16 core kalo ada hyperthreading) dengan clock 4Ghz…..sedangkan prosesor ARM baru quad core 1,5 GHz(nVidia Tegra 3 dan Qualcomm Snapdragon S4)…..

Dan baru-baru ini ada kabar Windows 8 versi ARM……yang saya tau…..dari baca-baca forum juga……Windows versi ARM ini tidak binary-compatible dengan Windows versi x86. Jadi, para developer harus buat 2 aplikasi…..satu untuk ARM, dan satu lagi untuk x86……dan gak bisa jalanin aplikasi yang udah dibuat untuk x86…..well….ga semua sih……aplikasi berbasis .net framework masih bisa jalan katanya…..

Kita liat aja kedepannya gimana…..yang penting, apapun hasilnya, bakal menguntungkan kita sebagai end-user.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.