Review laptop setelah 3 tahun pemakaian

Sebenarnya, ini bukanlah review spesifik mengenai sebuah produk, tetapi lebih kepada gambaran umum keadaan sebuah laptop setelah 3 tahun pemakaian, tentu setiap orang akan mendapatkan pengalaman yang berbeda, tetapi disini saya akan coba berbagi “cerita” tentang laptop usang yang telah menemani saya selama beberapa tahun belakangan ini.

Sebagai informasi, laptop saya sering saya bawa kemana-mana dalam kegiatan sehari-hari, sering juga kerja rodi, dan saya gunakan untuk bermain game.

Oke, pertama-tama perkenalkan dulu laptop saya, merknya Acer, tipenya 4745g, RAM nya 4GB(saya upgrade sendiri), HDD nya 640GB, Prosesornya Intel Core i5, dan GPU nya ATI 5650M.

image

Hallo.....kenalin.....

Penampilan Luar
Seperti yang bisa dilihat, keadaan luarnya cukup memprihatikan. Casing lecet dimana-mana, karet penyangga hilang 1, port-port mulai berkarat, dan kisi-kisi pada lubang ventilasi heatsink mulai patah. Positifnya?? Keyboardnya masih seperti baru, karena sehari-hari saya beri pelindung.

image

Karet penyangga ilang.....

image

Lecet dimana-mana

image

Port kotor dan berkarat

image

Casing daerah ventilasi patah-mematah....

Baterai
Wear level batere nya masih lumayan rendah untuk ukuran laptop berumur 3 tahun, baru %, kenapa saya bilang lumayan? Karena laptop teman saya yang berumur 2-3 tahun rata-rata sudah tidak bisa hidup tanpa charger lagi. Dengan pemakaian normal, laptop saya masih bisa hidup 1-2 jam tanpa di charge.

Harddisk
Inilah bagian yang paling membuat saya sedih, harddisk saya sudah terkena bad-sector. Meskipun hanya sedikit namun tetap menjadi kekhawatiran tersendiri bagi saya. Dan yang paling tragis adalah status SMART dari harddisk laptop saya sudah tidak terbaca lagi, yang menandakan harddisk sebenarnya sudah sekarat.

Suhu
Sebenarnya tidak ada yang salah disini ketika idle pun suhu stabil di kisaran 40an°C. Namun sistem pendingin sudah gagal menjaga suhu saat sistem sedang bekerja keras, hal ini bisa dilihat dari suhu yang ditampilkan software hwmonitor saat saya sedang bermain game. Bisa dilihat disini suhu prosesor bisa menembus 100°C, padahal idealnya saat sistem bekerja keras, suhu maksimal adalah 80°C.

image

Idle nya sih bagus

image

Pas full load suhunya bikin ngeri

Layar
Tidak ada masalah apapun dibagian layar, tidak ada dead pixel, brightspot, garis-garis atau apapun. Hanya saja memang karena faktor usia, layar tampak mulai menguning dibandingkan saat pertama kali dibeli.

Saya kira, hanya hal-hal diatas yang sudah mulai menunjukan gejala “penuaan”, selebihnya hampir bisa dibilang tidak ada masalah sama sekali, Prosesor? RAM? Wifi? Bluetooth? Masih berfungsi dengan baik.

Atau pembaca ada pertanyaan lain???

3 thoughts on “Review laptop setelah 3 tahun pemakaian

  1. Yulia Fitri January 3, 2015 at 6:40 pm Reply

    terimakasih reviewnya..🙂
    bacaan yang menarik.

  2. […] saya yang amat sangat besat seperti gunung Pamela Safitri Everest, cerita ini bermula karena laptop saya yang usianya sudah kendor tua mengalami kerusakan Hard Drive yang memaksa saya untuk menggantinya. […]

  3. review laptop June 14, 2016 at 8:37 pm Reply

    wajar gan, udah lama makenya wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: